Pages

Bagaimana Ayahmu Menemukan Ambu

Listen kids, I'm gonna tell you an incredible story ~ the story of how your Dad met me :)

Seperti pengantar di serial "How I Met Your Mother", Film kesukaan Ayahmu. Tentu saja cerita Ambu ini dari versi yang berbeda. Perjalanan bagaimana Ayahmu - menemukan Ambu - Dan akhirnya Ambu Menjadi Istrinya.


Berawal dari twit dengan hastag #AyoSegeraNikah Ayahmu menemukan Ambu. Twit dari seorang motivator, Mas Mono. jazakillah khoyr Mas Mono.






*Kicauan #AYOSEGERANIKAH 

Kukira akan lama lama waktu yang aku habiskan untuk berjalan dan lepas dari masa lalu. Masa-masa yang rasanya dunia runtuh. Masa-masa yang agaknya malu, di usia yang dewasa aku gagal (lagi). Ya lebih baik gagal sebelum pernikahan kan, daripada menyesal kemudian *salto.

Sampai 20 Agustus 2012 (3 syawal 1433H), melalui wasilah #AyoSegeraNikah Ayahmu Mulai menghubungi Ambu. Ketika itu lukanya masih ada dan belum selesai.

Cara Ayahmu mendekati berbeda dari yang lain. Dia  tahu cara menjadi teman curhatku. Selalu tau cara membuatku tertawa dan menertawakan diri Sendiri.

Walaupun tak jarang Aku menanyakan siapa Dia dan kenapa hadir dalam kehidupanku. Sampai Aku menyelesaikan masa laluku sendiri, dan membuangnya pada "kotak hitam". Tidak sedikitpun Ayahmu ikut campur, ketika itu beliau tau cara menjaga jaraknya dengan masa laluku.



 * Ternyata milad Aku dan Ayahmu cuma beda Tepat Satu Tahun Kurang Satu Hari

* Sketsa Yang Ayahmu buat untuku

6 Oktober 2012, Ayahmu datang menemuiku pertama kali. Perjalanan Bandung - Kuningan yang ketika itu menghabiskan waktu 5,5jam tidak menyurutkan langkahnya menemuiku. Perjalanan ini mengharuskan Ayah meninggalkan nenekmu sendiri.

Ayahmu sudah bekerja sejak di seragam putih biru. Saat Nenekmu jatuh dan kepala beliau terluka parah. Tak banyak yang bisa dilakukan, Bukan TIDAK mau tetapi tidak mampu.

Di usia belia, Ayahmu sudah belajar memenuhi kebutuhan hidupnya. Menjual gorengan sampai menjaga warnet. Sampai disini Aku meneteskan mata, hidup Ayahmu seperti serial telenovela yang rasanya bersahabat dengan air mata. Sebelum ada Kita, kehidupan Ayahmu hanya berdua saja. Ayahmu dan Nenek, Sudah itu saja.

Alhamdulillah, pertolongan Alloh datang melalui orang-orang baik. Dari sahabat-sahabat terbaik Ayahmu, dan dari semua yang berhati baik. Sampailah Ayahmu menyelesaikan sekolah kejuruannya, dan kemudian menjadi kuli panggul.

Iya Nak, kuli panggul. Bekerja antar dan angkut barang di sebuah pabrik tekstil. Kerja keras, kemauan Ayahmu belajar dan ridho Alloh mengantarkan beliau pada posisi kepala bagian di perusahaan tekstil ternama.

Ceritanya makin kaya telenovela ya Nak, tapi nyatanya memang demikian. Sampai akhirnya Ayahmu memutuskan untuk resign dan merintis usahanya, Mansu.inc .

Dan Nenekmu, kemudian menjadi istimewa. Hal itu tidak membuat Ayahmu malu untuk merangkul Nenekmu, dan tidak membuat Ayahmu berhenti mendampingi nenek. Itulah kenapa rasanya ketika dia menemuiku di sebuah desa kecil dan memiliki jarak yang lumayan jauh, Aku merasa seperti diperjuangkan.

Ketika berkunjung, Ayahmu hanya sedikit bersamaku. Selebihnya Dia berbincang akrab dengan Ibuku, seperti sahabat lama yang sudah lama tidak bertemu. Ibu dan Kakakku pun berusaha diambil hatinya. Hari itu juga Ayahmu pulang, karena memang tidak pernah meninggalkan Nenekmu sendiri sebelumnya.

Komunikasi makin intensif telpon dan BBM (ketika itu). Aku sudah lepas dari masa lalu. Aku menyakini untuk tidak bertahan pada apa-apa yang TIDAK mempertahankanku, berjalan ke depan. Bismillah.

26 Oktober 2012 (11 Dzulhijah 1433H)
Kedatangan kedua Ayahmu membawa berita sukacita. Mengemukakan keinginannya untuk menjadikan aku kekasih halalnya.

Ibuku fikir ini Lelucon, Ibuku tidak mau Ayahmu nanti merasa menjadi pelarian untuk lukaku saat itu. Ayahmu meyakinkan, dan akhirnya Aku diberi kesempatan 1 minggu  untuk istikharah Dan Menjawab pertanyaannya.



Istikharahku singkat cuma satu malam, karena terlanjur dikunjungi, "tamu Bulanan". Doaku, "kalau jodoh tolong bikin Mudah".

Ayahmu memintaku, untuk bisa menerima Ibunya menjadi Ibuku (juga) dan sebaliknya demikian, memintaku mendampinginya membesarkan usaha yang sedang dirintisnya dan tentu saja memintaku resign sebagai wanita karir. Fokus Membangun rumah tangga Kami dan membesarkan usaha yang telah dirintisnya.

Janjinya, Aku (InsyaAlloh) BOLEH menemui Ibuku, semudah Aku membuka Pintu rumahku <3.

28 Oktober 2012 , Ada oranglain yang melamarku (juga). Entah itu siapa. Menurut Ibu, orang itu Sudah lama memperhatikanku. Sampai Sekarang aku juga tidak pernah tau. Ibuku cuma bilang, kalau Aku sedang menjalani proses  ta'aruf. Dan laki-laki itu pun mundur, Sebelum Ku tau siapa.

3 November 2012, sahabatku Rere Menikah (ditangerang). Sepulangnya, 4 November 2012 aku menyempatkan Singgah di Bandung, bertemu dengan Ibu Ayahmu, dan melihat  kehidupannya lebih dekat. Berkenalan dengan sahabat-sahabatnya, yang seperti layaknya saudara bagi Ayahmu.

Aku tidak ingin membingkai Kehidupan Ayahmu dengan cara yang sedih dan mengiba-iba. Cukuplah bagiku tau, Ayahmu BUKAN laki-laki biasa, yang mengasihi nenekmu sepenuh hati. merawat dan menjaga Nenekmu dengan Penuh Cinta.

Keyakinanku, Ayahmu akan selalu bertanggungjawab untuk Istri dan Anaknya (kelak). Iya, BERTANGGUNGJAWAB, Syarat mutlak menjadi seorang laki-laki, Nak.

Aku meyakini Nak. bahwa kelak, Beliau akan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab untuk  Istri dan anak-anaknya. Akhirnya Aku bilang IYA untuk pertanyaan tersebut. Sepemahamanku yang dangkal, laki-laki yang soleh akan menyegerakan pernikahan untuk memuliakan wanita-nya dan menjaga dirinya, (InsyaAlloh) Aku yakin Ayahmu laki-laki soleh.



Kemudian bercerita tentang Kami. Di 19 Januari 2013, dalam pelaksanaan acara, banyak hal yang Kami coba akomodir, satu-satu Ayahmu memenuhi keinginanku tentang bayangan dan mimpi pernikahan. Alhamdulillah, mahar cincin berlian walaupun kecil, dan Alhamdulillah pesta pernikahan sederhana yang detilnya seperti impianku, warna hijau putih.

Tekad Kami, membiayai pernikahan Kami tanpa membebankan biaya pada siapapun. Dan tidak menjadikan biaya sebagai hambatan. Alhamdulillah, kamu akan mendapatkan apa-apa yang kamu usahakan. Ridho Alloh Mengalir Dari Segala Arah.

Banyak yang membantu Kami, Mulai dari Rere yang memberikan cendera mata untuk para tamu, Indri yang bersedia mendokumentasikan acara Kami dalam poto dan sahabat-sahabat lainnya yang tidak bisa Aku sebutkan satu persatu. Vendor-vendor yang memberikan kemudahan pembayaran dengan service yang sangat memuaskan.

* Poto Oleh Iman Rasidi

* Poto Oleh Iman Rasidi

* Poto Oleh Indri 'Guli' Widyanti


* Poto Oleh Indri 'Guli' Widyanti

Rasanya sim sa labim. malam pertama Kami pun masih coba ku cubit pipi Dan menanyakan Lagi, siapa laki-laki ini. iya, Iman Rasidi. Iya laki-laki yang Alloh takdirkan  untuk menjadi Imam kita. Menjadi suamiku dan (juga) Ayahmu, Nak.


*3 bulan nikah pertama masih LDR


* 4 bulan setelah menikah

* Ketika Aku hamil kamu nak, 11 Januari 2014



* Foto Keluarga Kita, Djoeroe masak, bulan Oktober 2016



Ambu mencintai Ayahmu, Nak, Mencintai beliau karena Alloh .
:: 4 November 2016 ::
Kembali (Lagi) jatuh cinta, mengingat empat tahun lalu.
semoga cinta Aku dan Dia senantiasa bertumbuh. Sampai Menua bergandengan tangan dan mendampingi anak-anak kami membangun peradaban baru (nanti).

Mansu Kids

8 komentar:

  1. Terharuuuuuuuu T_____T Berbahagialah selalu ya, Mansu Family <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Nuhun tehsyn..
      Doa kebaikan juga buat tehsyn dan suami :)

      Hapus
  2. So sweet banget ceritanya, hiks...terharu...
    Semoga saya juga bisa mengalami cerita seperti itu

    Btw, saya juga fans berat How I Met Your Mother, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin koko...
      Iya suami suka banget HIMYM aku mahbtim sorak weh ga ngerti ceritanaa :p

      Hapus
  3. Wow.. berliku tetapi mengasyikan. Inspiratif teh...
    Saya juga sedang nulis (nge-draft weeeh terus), bagaimana bapak+mamah bertemu. Suka lucu kalau lagi nanggap mereka cerita teh. Semoga bisa kepublish. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayo utiii..beresin draftnya...
      Di minggu yg tak bertema tentunyaa...

      Hapus
  4. So sweet bangeet... terharu... dan akhirnya mewek, deh... hihi
    Barakallah buat Teh Ien, akangnya, dan Idlan...


    anissanurhidayati.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. waa fiik barakalloh teh icha...
      nuhun sudah berkunjung :)

      Hapus