Pages

Saya Memilih Gentle Birth: Melahirkan 'Bertiga'

Sepertinya informasi melahirkan Gentle Birth (GB) sedang jadi viral di media social. Pasal persalinan artis Ayudiah Bing Slamet dan didampingi Dito (suaminya yang juga artis) di Klinik Bumi Sehat milik ibu Robin di Bali.

Kalau saya artis mungkin petualangan persalinan saya pun bakalan jadi hits juga (ya kali penting banget buat orang). Saya pun memilih gentle birth, bedanya saya di klinik Bumi Ambu Gede bage Bandung. Atuhlah...mau kaya artis mah 1 bulan setengah di Bali mah lumayan kali, mahal ongkosnya. Hehehe.

Persalinan yang minim intervensi medis, persalinan yang mengupayakan minim trauma untuk sang ibu dan bayi. Persalinan alami dengan pemberdayakan kemampuan wanita yang Sudah Alloh kodratkan. Persalinan Sehingga diharapkan, bayi ketika lahir di dunia merasa 'disambut' orangtuanya dengan penuh cinta. Begitu kira-kira ya tentang Gentle Birth itu.

Karena Saya Takut
Saya memilih GB karena saya takut. Yah, takut (cemas) membayar biaya sc-section yang memang bikin keleyengan. Takut sama bekas jahitan yang akan selalu membekas, belum trauma luka pasca persalinannya katanya aduhai.


Saya memilih GB, karena pernah melihat tayangan mengenai waterbirth. Kemudian saya menemukan artikel Bidankita.com milik bidan Yeni Aprilia. Makinlah membuat saya takjub tentang melahirkan, disamping rasa takut tentang "rasa sakit". Saya menginginkan GB, bahkan sejak Saya belum tau kapan dan dengan siapa saya menikah.

Ini tuh cita-cita banget bisa mendapatkan apa yang  diinginkan jauh sebelum saya hamil bahkan sebelum saya menikah bahkan sebelum saya punya calon dan masih galau. Seperti Aha momment dan tak hentinya bersyukur ketika saya berhasil mewujudkan apa yang saya impikan.

Bidan Okke Evriana dan Bumi Ambu 
Di Bumi Ambu, bersama Bidan Okke Evriana. Ketika itu, mencari keberadaan beliau agak susah, beliau belum eksis di socmed seperti sekarang.


Kebetulan disaat Memasuki usia 7bulan kehamilan beliau resign dari klinik sebelumnya. Belum sempat saya bertemu dan keberadaan pun belum tau dimana. Googling nama beliau dan akhirnya nemu di twitter, twitter tuh juara deh dari jodoh sampe bidan saya temuin pertama kali disini hehehe. Ih udah kaya apa gitu senengnya, ketemu Bidan okke. Kemudian nanya kontak beliau dan langsung berburu klinik Bumi Ambu.

Bahkan perijininan kliniknya belum keluar ketika saya silahturahim pertama kali dan saya belum tau nama kliniknya. Ah, tapi saya percaya ini jodoh. Jodoh kalau bocil yang ada di rahim saya ikut mendukung usaha saya. Mau aja membersamai Ambunya searching calon bidan yang akan membantu persalinan kami nanti.

Setelah ngobrol dengan Bidan Okke, ada respon positif, dan kayanya ini bocil juga suka sama bidannya. Tapi respon Akang sempet bilang "Apa engga keburu brojol di jalan ini kliniknya jauh begini" hehehe. 

Ga tau ya, Saya cuma bilang saya mau bikin list birth plan. Teh okke juga bilang "persalinan dengan siapa itu juga kaya pernikahan, gimana jodohnya", yang penting mari diusahakan.
Oke mari bikin birth plan!

Membuat Birth Plan
Saya mauuuu...mau persalinan saya bisa saya share dengan bahagia, tanpa trauma dengan orang-orang yang butuh cerita dan support saya. Selama ini, sinetron-sinetron di televisi tentang adegan melahirkan itu secara ga langsung memang ngefek untuk rasa takut saya.


Penting banget! Hindari nonton sinetron yang ga bermutu kaya begitu atau mendengarkan cerita-cerita negatif tentang persalinan. Penuhi diri dengan afirmasi positif. Pilih tenaga kesehatan yang mampu mendukung apa yang sudah menjadi pilihan kita dan diskusikan apa yang sudah menjadi daftar keinginanmu.

Ini daftar birth plan saya: 
1. Saya mau! Menjalani kehamilan dengan bahagia, jalan-jalan dan jangan stres. Ini susah banget, apa aja bisa memicu stres ih dan jadi drama, hahaha. Tapi saya masih sempat makan lontong padang di car free day Dago (19 januari 2014) disaat kehamilan sudah pembukaan 1 (1hari sebelum persalinan).
2. Saya mau! Bisa terus sehat berolahraga dan saya pilih soft prenatal yoga, untuk membantu saya menenangkan pikiran. Dan ini ampuh, Untuk saya yang gampang panik dan riweuh. Alhamdulillah, hari sabtu 18 Januari 2014 (2 hari sebelum persalinan) saya masih bisa yoga di pembukaan 1.
3. Saya mau! Bidan okke evriana membantu persalinan. Alhamdulilah terlaksana. 
4. Saya mau! Pas bersalin bisa makan cokelat kesukaan saya. Alhamdulillah saya masih bisa makan cokelat dan minum air putih yang banyak di sela-sela  kontraksi di pembukaan komplit.
5. Saya mau! Didampingi Akang selama persalinan. Alhamdulillah, terlaksana dan akang terus ada disamping saya, membisikan afirmasi positif.
6. Saya Mau! Tidak ada kata 'Aduh' ketika proses persalinan. Alhmdulillah akang selalu mengingatkan.
7. Saya mau! Penundaan memotong tali pusar setelah melahirkan. Alhamdulillah, sesuai SOP kesehatan menunda memotong tali pusar selama minimal 2menit walaupun ga berhasil umbilical burning cord.
8. Saya mau! Bebas memilih 'cara' ternyaman saya yang menyamankan saya untuk melahirkan. Alhamdulilah, dari jongkok, posisi sujud, ganti miring kiri dan kanan. Senyamannya saya. 
9. Saya mau! Ga ada pengguntingan perineum dan dijahit. Alhamdulillah, ga dijahit.
10. Saya mau! Selalu mendapat informasi detil tentang treatment apa saja yang diberikan ke bayi saya. Alhamdulillah detil banget, sampai vaksin imunisasi juga diliatin expired-nya.
11. Saya mau! Inisiasi menyusu dini (IMD). Alhamdulillah, bisa IMD dua jam, dan bocil berhasil 'mendapatkan'.


BONUS: ketika bersalin saya dapat pijitan enakeun dan kompres air hangat di punggung dari asistennya Bidan Okke, Bidan Popy namanya, juaraaa pijitannya!
Setelah bersalin saya dilulur dan mandi air anget. Syegeeeer.


Bidan Okke memberikan tenaga dan cintanya untuk menjadi perantara mewujudkan birth plan yang saya mau. Bidan cantik yang sekarang (ketika artikel ini diposting) sedang mengandung, semoga nanti ketika persalinannya lancar yaaa, teh Okke! Aamiin.

Melahirkan Bertiga 
Bertiga? Ya, Saya-si bocil-Akang. Kami adalah tim. Tanpa semangat akang dan bantuan si bocil saya bukanlah apa-apa. Tanpa bisikan afirmasi positif dari Akang ketika kontraksi berlangsung saya sepertinya sudah menyerah.


Pembukaan saya dari bukaan 1-4 itu sekitar 2hari. Selama fase itu saya masih bisa aktifitas yoga dan jalan-jalan sama akang. Masih bisa foto-foto di salah satu taman di Bandung.

Bidan okke menyarankan datang setelah bukaan 4. Feeling aja sudah bukaan 4, lagi-lagi saya mengafirmasi kepada bocil, "untuk memberikan tanda kapan saat yang tepat untuk pergi ke Bumi Ambu". Sedikit tidak nyaman kalau saya bolak balik ke Bidan yang ada di dekat rumah untuk sekadar periksa bukaan. Dan bocil membantu dengan tendangan yang bikin saya meringis. Aduhai!
Sebelumnya Emak (ibu saya) "memaksa" saya untuk segera berangkat ke Bumi Ambu. Karena terakhir saya periksa bukaan di Bidan dekat Rumah hampir 2hari yang lalu. Saya masih sempet disuapin emak makan dengan Ayam balado. Eh masih sempet nyuci juga sebelum 'tanda' yang diberikan si bocil berupa tendangan dasyat itu.

Perjalanan menuju Bumi Ambu, Akang masih membelikan pisang kipas kesukaan saya di sekitar ciwastra. Kami ditemani kakak saya, mengendari mobil. Perjalanan panjang 1,5jam dari kediaman kami ke Bumi Ambu, lumayan, merasakan kontraksi 3 kali dalam durasi yang lebih dari 5menit.
Dan tiba di Bumi Ambu persalinan dari pembukaan 4-komplit 30menit. Darah saya sempat naik, mungkin karena pengaruh perjalanan panjang dan proses kontraksi yang ga berhenti sejak saya menginjakkan kaki di Bumi Ambu. Akhirnya, memilih Gentle Birth saja tidak dengan proses water birth.

Proses persalinannya 3 jam 45menit. Itu ya hebatnya wanita, setelah liat bayinya lenyap 'rasa' di 3 jam 45 menit itu. Ah, luar biasa indah.
*sungkem sama emak dan mamah mertua*

Setiap kontraksi yang terasa itu adalah bantuan sang bayi kepada ibunya, dan berusahalah berterimakasih sudah sama-sama mengusahakan. Terimakasih Akang dan terimakasih bocil :* :* (titik dua bintang).

Bocil yang Memilih tanggal
Percaya atau engga? Ini nyata!
Persalinan saya memasuki usia Hampir 42minggu. Deg-degannya luar biasa. Hampir tiap hari saya whatsApp-in bidan Okke, konsultasi (mengeluh) hehehe.


Melewati minggu pertama bulan januari, Akang 'ngobrol' dengan bocil. Intinya Akang nanya kapan mau menemui kami, Saya-Akang.
"Bocil mau lahir kapan?"
"Mau barengan sama nabi lahirnya" (maksud akang tanggal 14 januari yang kebetulan bertepatan dengan 12 Rabiulawal)
*hening tak ada respon*
"Mau lahir tanggal 19?" (kebetulan 19 januari annivessary pernikahan kami yang pertama)
*jedug kenceng*

Saya-Akang nangis, haru. Ketika saya galau menunggu persalinan, Akang akan bilang "percaya sama bocil, dia sudah pilih tanggal 19". Saya kembali bisa tenang.

Kilas balik: Afirmasi Kehamilan
Kilas Balik, di usia kehamilan 35minggu, bocil ga naik beratnya. Oleh obgyn saya harus menjalani tes denyut jantung dan lain-lain untuk mengecek kondisi janin. Agak mules juga ya, ada diruangan observasi melahirkan, lihat ibu-ibu hamil yang sedang menunggu persalinannya. Didampingi sama akang, dan tetap whatsApp-an sama Bidan okke dan beliau kasih support. Alhamdulillah denyut jantung janin bagus dan kami ga harus dirawat.

Afirmasi saya ke bocil, "dede berat badannya yang bertambah ya, senyamannya dede. Makan dengan senangnya. Bantu ambu untuk bersalin. Kalau dede suka dan mau dibantu sama Bidan tante Okke Bantuin Ambu ya. Kita berusaha bersama".

Nah, analisis saya mungkin kata berat badan nambah dan senyamannya itu loh. Ya, janinnya mau nyaman yg maksimal dan mau berat badan maksimal 3,2kg dan panjang 52cm. Ya maksimal masuk ke 42minggu kehamilan. Haha, mungkin harusnya kalimat atas afirmasi diganti, "kalau beratnya udah cukup lahir 2,8kg lahir ya de". Eh tapi ga ada yang disesali semuanya indah dink, dan saya menikmati.

20 Januari 2014
Bocil: Muhammad Alfath Idlan lahir 20 januari, satu hari setelah ulang tahun pernikahan Saya-Akang, tetot! 
Katanya 19?
Ternyata eh ternyata ketika Bocil lahir sudah masuk tanggal 19 rabiulAwal (perpindahan tanggal dalam islam kan setelah Ashar dan memasuki magrib ya kalau ga salah) dan bocil lahir pukul 21. 45 wib. Fakta berikutnya, ternyata tanggal 20 januari 2014 ini sudah tercantum di poto USG pertama kali.


Takjub, dia betul-betul menepati janjinya di tanggal 19, bukan kalender masehi tapi hijriah. Masyaa Alloh! Allohu Akbar! Alhamdulillah!

Jadi percayalah pada bayimu. Lakukan persalinanmu bertiga. Kamu-Bayi- dan Suami.
Ini cerita saya mei 2013 - januari 2014, cerita tentang Gentle Birth saya-idlan-Akang. Karena setiap Ibu punya cerita, Bagaimana ceritamu?

#ODOP #onedayoneposting #days20 #1minggu1cerita


Alamat Bumi Ambu:
Ruko Komplek Perumahan Adipura
Jl. Adi Flora Raya (sebelah kantor BTN) Kel. Ranca Bolong Kec. Gede Bage
Kota Bandung, Jawa Barat- 40271
WhatsApp: 082126122500
Instagram: @BumiAmbu
FB.            : Bumi Ambu








Rekomendasi artikel lainnya

Mansu Kids

26 komentar:

  1. Wah menarik ya gentle birth ini. Aku pertama kali baca tentang GB dari Dee Lestari dan langsung tertarik. Setelah baca ini jadi makin tertariiik! Nice share! Salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal teh synta...
      Semoga bermanfaat infonyaa :)

      Hapus
    2. Salam kenal teh synta...
      Semoga bermanfaat infonyaa :)

      Hapus
  2. Teh marini, ceritanya kerennnn! Jd nambah pengetahuan buat yg single-single kaya aku:') dan abis itu jd kepengen hamil juga kaannnn. Jodoh mana jodoh. Eh. Hahahaa. :'))

    (Chia, Grup WA #1Minggu1Cerita)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, semoga disegerakan ya sayaaang :*
      Barakallohu fiik

      Hapus
  3. teh okke dan bidan-bidannya emang juara yaaa.
    aku dari anak pertama, sampai yang kedua (mungkin nanti ke tiga empat lima) maunya sama teh okke aja.. belum nemu nakes lain yang senyaman teh okke <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ien puuuun buuu..insyaalloh, nyaman ama pelayanannya. Bageur geulis someah..
      Pijitannya te poppy enakeun bu, sumpah!
      Waktu itu assitennya teh okke baru teh poppy..

      Hapus
  4. Keren ceritanya Ambu.. 😁😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayooo teh suciii, tar kalo hamil berusaha GB yaaa..
      Biar kaya artiis

      #eh naon cobaa ieu hihi

      Hapus
  5. waahh akuu pengen banget gentle birth, nanti anak kedua pengen gentle birth..
    pengen ngerasain tanpa intervensi apapun.. aku dulu soalnya ngejer yg di cover sama kantor bahahahahaha.. *mamak pelit*
    baru tau ternyata di bandung ada jg rumah bersalin ramah begini

    thanks teh ien sharing nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin semoga dimudaahkan, anak keduaaa..aamiin

      Cuuus opi...ga terlalu jauh kan ya dari rancaekek? :)

      Hapus
  6. MasyaAllah, sang Bocil beneran lahir sesuai keinginannya ya Mbak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba...masyaalloh..takjub campur2 prasaannya...
      Salam kenal :)

      Hapus
  7. Salam kenal mbak...
    saya jg rencana lahiran di bumi ambu kalau jodoh & rezekinya disana
    Ini kehamilan ke 3 saya & baru kali ini prepare buat lahiran gentle birth
    Lagu H2C nih karena HPL nya besok (19 Januari 2017), mbak dulu lewat hpl masih periksa ke dokter ga? Kalo masih, menurut dokter masih amankah untuk menunggu dilahirkan normal tanpa induksi? Saya baru pagi ini pulang dari dokter katanya masih bisa nunggu seminggu lagi. Moga betjodoh & rezekinya kalu ini bisa gentle birth di bumi ambu. Makasih sebelumnya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, salam kenal.. Semoga sudah lahiran dengan lancar dan selamat ya mom
      Saya lewat hpl dan ga kontrol ke dokter lagi, entahlah merasa yakin tgl 19 lahir hihi, aja walaupun galau jg sesekali.

      Jangan ditiru yaa..
      Baiknya tetao konsultasi dgn obgyn dan dipantau kuantitas dan kualitas air ketuban...

      😘😘
      Semoga lancaar

      Hapus
  8. Tarik nafas..hembuskan..
    Searching dan googling soal melahirkan , tanpa sengaja terdampar disini, alhamdulillah sangat menginspirasi.
    Teh marini , alhamdulillah saya lg hamil 20 week mau 21, pernah denger soal metode GB, dan makin ngebet mau cari tau.
    Ini kehamilan kedua, yg oertama sectio, tp beda jauh sm yg pertama, dan pengen bgt nyobain hamil normal, apalagi ada afirmasi yg bawa dampak positif krn pikiran positif, mks ya udh share..doain kita biar lancar dan sehat ya, salam kenal

    BalasHapus
  9. Tarik nafas..hembuskan..
    Searching dan googling soal melahirkan , tanpa sengaja terdampar disini, alhamdulillah sangat menginspirasi.
    Teh marini , alhamdulillah saya lg hamil 20 week mau 21, pernah denger soal metode GB, dan makin ngebet mau cari tau.
    Ini kehamilan kedua, yg oertama sectio, tp beda jauh sm yg pertama, dan pengen bgt nyobain hamil normal, apalagi ada afirmasi yg bawa dampak positif krn pikiran positif, mks ya udh share..doain kita biar lancar dan sehat ya, salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah selamat menikmati masa-masa hamil yang membahagiakan dan kelahiran yang lancaaar yaaa...

      Sehatsehat selalu
      Doakan saya juga bisa segera hamil anak kedua 😘
      Terimakasih sudah berkunjung

      Hapus
  10. Teh, info dong. 1x kumjungan ke bumi ambu habis brapa biaya?
    Trimss..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal
      Biaya yg lain saya ga tau,
      Terakhir kesana tgl 17 januari 2017, lepas iud 250rb, vaksin anak 75rb

      Silahkan di kontak aja, nomer hpnya bisa whatsapp-an kok 😆

      Hapus
    2. teh, kalau boleh minta nomor hape bidan okke nya atau bidan yang biasa whatsapp nya.. nuhun

      Hapus
    3. Dipostingan atas sudah ada say no hp / wa :)

      Hapus
  11. Teteh, disana harga nya berapa total?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, setau saya ada kenaikan per 2016
      Utk melahirkan 5jt
      Lebih lengkap silahkan hubungin kontak bumi ambu ya
      Ada di artikel :)

      Hapus
  12. masyaa Allah.. ceritanya inspiring bgt teh..
    Teh kalau bidan okke pro vbac gak ya?
    anak pertMa saya SC dan bisa dibilang sya trauma, suami pengen program lagi anak ke 2. tp sya takut SC lg ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai teh anne salam kenal
      Setau saya teh okke tidak menerima utk VBAC tp bisa utk konsultasi

      Hapus