Pages

Membangun Komunikasi Efektif

Mengenai mata kuliah komunikasi produktif di kelas Bunda Sayang. Melatih saya secara berkala untuk melakukan komunikasi efektif dengan anak, suami dan terutama dengan diri sendiri.

Sadar ataupun tidak, sebetulnya teori-teori yang didapat di kelas bunda sayang secara umum pernah saya baca, entah di buku komunikasi, atau di forum parenting. Bertahap 'mengunyah' materi dengan perlahan. Supaya akhirnya mampu saya terapkan sesuai dengan keunikan keluarga.

Tantangan 10hari yang memotivasi pada konsistensi penerapan ilmu. Tantangan ini betul-betul menantang. Kemudian pada akhirnya memotivasi diri saya untuk bertahap memperbaiki cara saya berkomunikasi dan membangun (kembali) komunikasi efektif.

Komunikasi efektif adalah komunikasi kasih sayang. Komunikasi efektif ini merupakan kunci suksesnya pesan diterima oleh penerima pesan dan kunci terciptanya hubungan yang harmonis. 

Ketika dalam proses tantangan 10hari, menginjak hari ke 3, Alloh mengambil Kakak kandung saya. Sungguh merupakan pukulan berat buat saya, merasa kehilangan 'bapak' untuk kedua kalinya. Allohumma firlahu warhamhu wa'afini wa fuanhu.

Komunikasi dengan diri sendiri
Menjadi momentum muhasabah dan berdialog pada diri sendiri. Betapa Saya belakangan terlalu sibuk dengan diri sendiri dan jarang memiliki waktu berkualitas untuk berbincang dengan Almarhum kakak. Betapa ternyata Selama ini saya tidak membangun komunikasi yang berkualits dengan Istri dan anak almarhum. Astagfirulloh.

Hampir 3minggu di Kuningan, membangun komunikasi dengan Ibu saya, istri dan anak Almarhum. Bersama-sama melangkah kedepan, mengharapkan Alloh mengisi sepenuhnya atas kehilangan ini.

Komunikasi dengan suami
Menjadi Ingat mati, dan sejenak membayangkan diri mati. Bisa saya atau suami yang lebih dulu dipanggil. Menuliskan ini saja saya tidak mampu membendung air mata. 

Semoga saya mampu mempersiapkan kematian dengan baik. Meninggalkan anak-anak yang soleh, tangguh dan mandiri di dunia. Berdiskusi dengan suami, dan terlebih berkomitmen bersama untuk menjadi lebih baik dan sehat bersama.

Dua minggu berjauhan dengan suami, menumbuhkan perasaan jatuh cinta lagi. Perasaan rindu ketika video call harus terputus karena kendala signal. Dan semoga komunikasi efektif bisa terus kami bangun.

Ketika suami membangunkan salat subuh dengan kecupan di pipi, masyaalloh 😍

Komunikasi dengan Idlan Kecil
Berkomunikasi dengan Idlan tentang berdoa, betapa doa anak soleh mampu meringankan Ayah dan Ambu ketika kami sudah tidak ada di dunia. Entah Idlan mengerti atau tidak, semoga Alloh sampaikan  pesannya pada Idlan.

Hal nyata yang terjadi ini, dalam proses tantangan komunikasi produktif. Komunikasi efektif Sudah terwujud dalam Idlan dan mandi, alhamdulillah Idlan sudah mengerti tanpa harus tantrum lagi.


Proses memperbaiki diri ini masih terus berlangsung. Semoga Alloh memberkahi langkah kami dan memampukan kami untuk menebarkan banyak manfaat.

Ini cerita Ambu karena setiap Ibu Punya cerita.

::Bandung, 17 Februari 2017::

#Ambubelajar
#InstitutIbuProfesional
#BundaSayang
#komunikasiproduktif

Mansu Kids

1 komentar:

  1. Komunikasi produktif memang tidak pernah kehabisan tantangan. Selalu ada tantangan setiap harinya. Semoga ien dan keluarga menjadi.semakin harmonis... ^.^

    BalasHapus